Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 September 2018

Cara Mengatasi Gelisah dan Kecemasan dalam Hidup


Dalam hidup, mungkin kamu pernah mengalami kegelisahan atau juga kecemasan. Yang membuat hidupmu tidak tenang, dan jauh dari kebahagiaan.

Gelisah dan kecemasan itu diakibatkan dua hal, bisa gelisah karena menyesali suatu hal yang telah terjadi, atau juga kecemasan akan sesuatu hal negatif yang kamu bayangkan di masa depan.

Sobat, masa lalu adalah sesuatu yang sudah berlalu, seburuk apa pun itu tidak akan pernah bisa diubah, tidak bisa dihilangkan. Jadi untuk apa terus menerus gelisah menyesali sesuatu yang telah terjadi.

Mungkin kamu memang pernah melakukan kesalahan di masa lalu, atau tidak melakukan suatu hal yang seharusnya kamu lakukan. Tapi bukankah yang namanya manusia pasti punya kesalahan. Dengan terus gelisah menyesali masa lalu takkan mengubah apa pun di masa lalu, justru kamu tanpa sadar sedang membuang waktumu di masa kini, yang mungkin bisa menimbulkan penyesalan lagi di masa yang akan datang.

Jadi biarkanlah yang sudah berlalu, maafkanlah dirimu jika kamu pernah melakukan kesalahan. Yang terpenting kamu bisa memetik pelajaran dari hal itu.

Jangan juga menjadi cemas terhadap masa depan. Karena masa depan juga tidak bisa kita sentuh, tidak bisa kita apa-apakan, sebab masa depan adalah masa yang belum terjadi. Jadi jangan berpikir negatif tentang masa depanmu. 

Cara untuk mengatasi gelisah dan kecemasan dalam hidup adalah dengan fokus menjalani harimu saat ini, di masa kini. Tapi bukan berarti tak mempunyai rencana di masa depan. Rencana itu perlu, justru agar kamu bisa fokus menjalani rencanamu ketika perlahan-lahan masa depanmu menjadi masa kini.

Masa lalu bisa kamu jadikan pelajaran untuk menjalani hidup di masa kini. Sehingga kamu menjadi lebih waspada, tapi juga tidak terlalu khawatir. Ketika itu, kegelisahan dan kecemasanmu akan menghilang.


Read More

Selasa, 28 Agustus 2018

Kumpulan Kata Bijak Mata Najwa yang Memotivasi

Mata Najwa merupakan acara talkshow yang dipandu Najwa Shihab. Ini adalah kumpulan kata bijak atau kata mutiara yang memotivasi dari acara Mata Najwa

Silakan simak:


Read More

Senin, 27 Agustus 2018

Kumpulan Kata Bijak Motivasi dari Kick Andy

Kick Andy merupakan acara talkshow inspiratif yang dipandu oleh Andy F. Noya. Di acara tersebut juga sertingkali ada kata bijak motivasi yang bisa dipetik. 

Berikut ini adalah kumpulan kata bijak motivasi dari acara Kick Andy. Silakan simak:


Atau langsung ke youtube Bangun inspirasi: https://youtu.be/U9LGY_bZB6s
Read More

Sabtu, 14 Juli 2018

Zohri Sering Berlari Tanpa Sepatu Sebelum Menjadi Juara Dunia Lari 100 M


Sobat Bangun inspirasi, Lalu Muhammad Zohri adalah pelari Indonesia yang menjadi juara dunia lari 100 meter U 20 di Finlandia. Dengan waktu 10,18 detik, ia berhasil menjadi yang tercepat mengungguli 2 pelari Amerika dan pelari-pelari lainnya.

Selepas finish ia melambaikan tangan pada penonton, lalu sujud syukur. Itu adalah momen yang amat mengharukan baginya, dan juga bagi rakyat Indonesia yang mendukungnya.

Perjuangannya menjadi pelari apalagi menjadi juara dunia memang tidak mudah. Zohri bukanlah anak dari keluarga yang mampu secara ekonomi. Ia tinggal di rumah sederhana yang terbuat dari kayu. Ia juga tak mampu untuk membeli sepatu. Ia pun sering berlari tanpa sepatu dan alas kaki. Kadang pula ia berlatih berlari dengan sepatu yang sudah sobek



Tapi Zohri menjawabnya dengan prestasi. Di tahun 2017 ia berhasil menyabet 7 emas di kejuaraan nasional. Dan di tahun 2018 secara mengejutkan ia menjadi juara dunia.

Zohri, kehidupannya yang kekurangan tak mampu menghentikan langkahnya untuk berlari menggapai impian.

Sobat bangun inspirasi, silakan share kisah ini. Subscribe juga chanel Bangun inspirasi di Youtube
Read More

Jumat, 13 Juli 2018

Kisah Zohri, Juara Dunia Lari 100 M dari Indonesia. MENGHARUKAN!!


Sobat Bangun inspirasi, Lalu Muhammad Zohri adalah pelari Indonesia yang mencetak sejarah dengan menjadi juara dunia lari 100 meter U 20 di Finlandia. 

Simak Kisahnya berikut ini:


Dengan waktu 10,18 detik, pelari berusia 18 tahun ini berhasil menjadi yang tercepat mengungguli 2 pelari Amerika dan pelari-pelari lainnya.

Selepas finish ia melambaikan tangan pada penonton sebagai ucapan terima kasih atas dukungannya, lalu ia sujud syukur. Itu adalah momen yang amat mengharukan baginya, dan juga mungkin bagi seluruh rakyat Indonesia yang mendukungnya.

Perjuangannya menjadi atlet lari apalagi menjadi juara dunia memang tidak mudah. Zohri bukanlah anak dari keluarga yang mampu secara ekonomi. Ia tinggal di rumah yang sangat sederhana dan jauh dari kata layak. Bahkan ketika ia ingin mengikuti lomba lari, ia tak mampu untuk membeli sepatu. Ia pun meminta pada kakaknya untuk dibelikan sepatu, kakaknya pun hanya mampu memberikan ala kadarnya.

Tapi Zohri menjawabnya dengan prestasi. Di tahun 2017 ia berhasil menyabet 7 emas di kejuaraan nasional. Dan di tahun 2018 ini secara mengejutkan ia menjadi pelari Indonesia pertama yang menjadi juara dunia.

Itulah kisah Zohri, kehidupannya yang kekurangan tak mampu menghentikan langkahnya untuk menggapai impian.

Sobat bangun inspirasi, silakan share kisah pelari berprestasi ini. Subscribe juga chanel Bangun inspirasi Di Youtube
Read More

Minggu, 01 Juli 2018

Cara agar kamu tidak pernah sakit hati




Banyak orang yang sakit hati karena perkataan  orang lain, atau keputusan orang lain yang Tidak kita harapkan. Tapi di sisi lain, ada juga orang yang tidak mudah sakit hati

Sakit itu pasti ada sebabnya, dan biasanya penyebabnya dari diri kita sendiri. Misalnya kalau kita sakit perut, mungkin salah kita yang terlalu banyak makan pedas, atau ketika kita sakit kepala, mungkin karena kita kurang tidur, atau karena kita stress. Begitu pula dengan sakit hati.

Sakit hati itu sebenarnya bukan karena perkataan orang lain, bukan pula karena keputusan orang lain. Tapi karena kita yang mengizinkan sakit hati itu kita rasakan.

Kuncinya adalah dari pikiran kita, apakah kita bisa selalu berpikir positif dari apa yang orang katakan pada kita, atau apa yang orang putuskan yang berkaitan dengan diri kita, atau justru kita seringkali berpikir negatif sehingga membuat kita sakit hati.

Misalnya begini, jika ada orang yang menghujat kita, menghina kita, bahkan sampai mengeluarkan kata-kata binatang, apa reaksi kita? Apakah akan sakit hati atau tidak?

Jika kita sakit hati, artinya kita menuruti keinginan dia, karena dia ingin kita sakit hati. Jadi buat apa sakit hati, toh kita juga nggak akan berubah jadi binatang, kita tetap manusia. Perkataan dia tidak mengubah apa pun dari diri kita.

Atau ketika kekasihmu meninggalkanmu untuk bersama yang lain apakah kamu sakit hati? Buat apa sakit hati, bukankah kamu sebenarnya sedang ditunjukkan kalau dia bukan yang terbaik untukmu, dan mungkin saja ada orang lain yang lebih baik yang disiapkan untukmu.

Agar tidak sakit hati memang tidak mudah tapi kuncinya ada 3, yaitu jangan turuti kemauan orang yang ingin kita sakit hati jadi perkataan mereka tak usah dianggap, iklas menerima apa pun perkataan dan keputusan orang, danjuga selalu berpikir positif atas apa yang kita alami.


Read More

Sabtu, 23 Juni 2018

Mengatasi Penghalang Sukses dari Sekitar


Pada dasarnya penghalang dari diri kita sendirilah faktor yang paling besar dalam menghalangi kita pada tujuan kita. Namun tak bisa dipungkiri, penghalang dari sekitar pun biasanya mempengaruhi kita untuk berhenti memperjuangkan impian kita.

Mungkin Anda masih ingat, ketika kecil kita seringkali ditanya oleh orang-orang di sekitar kita, “Cita-citanya mau jadi apa?” Atau orang-orang di sekitar kita berkata, “Kamu harus punya cita-cita yang tinggi”.

Tapi setelah kita dewasa, apa yang sering kita dengar, “Sudahlah, punya impian yang wajar-wajar saja”, atau “Sudahlah kita ini dari dulu miskin, gak usah mimpi tinggi-tinggi”, dan berbagai kata-kata yang dapat melemahkan kita menuju impian kita.

Pada dasarnya mereka sebenarnya ingin kita sukses, hanya saja mungkin mereka tak ingin kita susah dalam mengejar kesuksesan itu. Thomas Alva Edison pun yang punya impian ingin membuat bohlam lampu mengalami hal yang sama. Ketika itu ia selalu dilanda kegagalan, bahkan ada yang menyebut ratusan sampai ribuan kali gagal. Bahkan pernah laboratoriumnya kebakaran. Orang-orang di sekitarnya bilang padanya untuk menyerah saja. Tapi pada saat laboratoriumnya terbakar ia berkata pada dirinya sendiri, ”Suatu saat saya akan bikin dunia seterang ini,” ucapnya melihat kebakaran yang menerangi malam itu.

Selain Thomas Alva Edison, banyak pula orang yang mendapat penghalang dari sekitar untuk meraih apa yang ia impikan. Misalnya saja Tirto Utomo, pendiri perusahaan air minum Aqua. Pada saat awal ia mendirikan usahanya, tak ada yang mau membeli. Bahkan banyak yang menganggapnya aneh atau mungkin gila. Karena ia menjual air minum lebih mahal dari harga bensin saat itu yang tentu juga setiap orang punya sumber air di rumahnya. Tapi usahanya bisa membuahkan hasil. Bahkan Aqua bisa menjadi perusahaan air minum terbesar di Indonesia.

Read More

Jumat, 22 Juni 2018

4 Cara Mengatasi Rasa Takut yang Menghambat Kesuksesan


Rasa takut seringkali menghalangi kita tuk berjuang mengejar impian kita. Takut rugi, takut bangkrut, takut salah, dan lain sebagainya.

Tapi rasa takut juga tidak sepenuhnya buruk. Rasa takut juga membuat kita lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Namun seringkali rasa takut menghalangi kita untuk bertindak dan mengambil keputusan untuk tujuan yang baik dalam mengejar impian kita. Dan rasa takut seperti itu yang perlu kita atasi.

Lalu bagaimana cara mengatasi rasa takut tersebut?

Cara Mengatasi Rasa Takut:

1. Hadapi rasa takut itu

Salah satu cara untuk mengatasi rasa takut adalah dengan menghadapinya. Karena orang pemberani pun bukan berarti tidak memiliki rasa takut. Mereka memiliki rasa takut, tapi mereka berusaha menghadapinya. Walaupun akan muncul rasa deg-degan, namun kita akan merasa lega ketika telah melewati ketakutan tersebut. Tentu untuk tujuan positif ya.

Mungkin Anda pernah berjalan melewati jalan yang gelap. Dalam pikiran Anda mungkin sempat terbayang rasa takut, takut kalau ada pocong atau kuntil anak misalkan. Tapi setelah Anda berjalan melewatinya sebenarnya Anda tak melihat apa-apa di sana.

2. Membalikkan rasa takut

Cara yang kedua adalah dengan membalikkan rasa takut tersebut.

Misalkan, ketika kita takut untuk memulai usaha, ketika Anda merasa takut gagal, atau takut rugi, segera balikkan rasa takut itu. Pikirkanlah bahwa jika Anda tak segera mulai, bagaimana dengan kehidupan keluarga Anda nantinya yang harus mengandalkan gaji pas-pasan, bagaimana jika sakit dan tak bisa bekerja, bagaimana jika sudah tua dan pensiun. Jika kita punya bisnis yang sudah berjalan sistemnya, tentu sistem itu akan memberikan penghasilan tanpa kita terlibat sekalipun. Walaupun di awal-awal memang harus bekerja keras membangun sistem bisnis tersebut, dan risiko pasti ada.

3. Pikirkan risiko dengan logika

Cara Ketika untuk mengatasi ketakutan adalah pikirkan dengan logika kalau risiko yang kita hadapi sebenarnya tidak terlalu besar. Anda juga bisa membandingkan dengan hal yang lebih berisiko yang sering Anda lakukan. 

Misalkan, ada orang yang takut bicara di depan umum. Pikirkan risikonya jika Anda memaksakan diri berbicara di depan umum. Risiko yang muncul paling besar mungkin adalah Anda gugup berbicara, Anda salah mengucapkan kata-kata. Cuma itu kan? Tak lebih besar dari itu. Dan saya juga yakin kalau orang yang mendengarkan Anda akan mengerti tentang hal itu.

Atau juga ada orang yang takut untuk berbisnis. Apa risiko yang terjadi jika bisnis kita gagal? Risiko paling besar mungkin bangkrut. Lalu coba Anda bandingkan dengan hal berisiko yang sering Anda lakukan. 

Begini, saya yakin setiap orang setiap hampir setiap harinya naik motor atau mobil, atau setidaknya menjadi pengguna jalan. Mungkin kita tak menyadari kalau sebagai pengguna jalan risikonya sangat besar. Coba Anda cek berapa puluh ribu orang yang tewas setiap tahunnya karena kecelakaan lalu lintas? Pasti jumlahnya sangat banyak.

Lalu kenapa kita tidak takut untuk berkendara? Karena saat kita berkendara, yang kita pikirkan adalah tujuan kita. Misalkan kita mau ke kantor, mau ke kampus, atau mau ke mall. Yang kita pikirkan tentang risiko hanya meminimalisir seperti menggunakan helm dan jaket ketika naik motor, memakai sabuk pengaman ketika naik mobil, mematuhi rambu lalu lintas, membatasi kecepatan, dll. Dengan meminimalisir risiko itu belum tentu juga kita bebas dari kecelakaan, kan? Tapi kita tidak takut karena kita fokus pada tujuan kita.

Jika saat kita berkendara, kita tidak takut pada risiko. Kita fokus pada tujuan dan hanya meminimalisir risiko, lalu kenapa saat kita ingin mengejar impian kita, yang kita pikirkan hanya takut pada risiko. Saat kita bisnis yang kita pikirkan hanya takut bangkrut, dan ketakutan lainnya. Seharusnya kita fokus pada tujuan dan hanya meminimalisir risiko.

4. Menyerahkan hasil pada Tuhan

Ini yang mungkin kita sering lupa saat kita takut untuk mengejar impian kita. Selama impian kita positif dan memberikan kebaikan untuk hidup ini, kenapa kita harus takut untuk menjalaninya. Seharusnya yang kita lakukan hanya berusaha dan berdoa. Seharusnya kita menyerahkan hasil pada Yang Maha Kuasa. Menyerahkan takdir pada Sang Ilahi.

Intinya yang perlu kita pahami adalah bahwa jika kita berusaha mencapai apa yang kita impikan memang berisiko, tapi jika kita tak berusaha tentu akan lebih berisiko lagi.

Read More

2 Cara Mengatasi Rasa Malas


Rasa malas ini merupakan salah sesuatu yang menjauhkan kita dari impian kita. Tentu setiap impian butuh perjuangan. Dan rasa malas menggoda kita untuk hanya bersantai-santai, untuk tidak berusaha keras mengejar impian kita.

Ada dua hal untuk mengatasi rasa malas. Dua hal ini bisa kita lakukan secara bersamaan. Yaitu sama ketika kita ingin membuat kelinci yang malas untuk berlari cepat. Apa yang kita lakukan untuk membuat kelinci lari cepat. Ada dua hal. Yang pertama kasih wortel di depannya dan yang kedua kasih anjing di belakangnya.

Tentu si kelinci yang lapar ingin memakan wortel, dan jika kita kasih wortel di depannya ia akan mengejarnya. Tapi jika si kelinci tidak lapar ia tentu tidak akan mengejar wortel tersebut. Maka dari itu diperlukan anjing di belakangnya yang selalu mengejarnya dan membuat si kelinci lari cepat.

Dalam usaha kita mengejar impian kita pun harusnya seperti itu. Bayangkan apa yang benar-benar ingin kita kejar, dan bayangkan apa akibatnya jika kita hanya berdiam diri. Misalkan, kalau kita ingin menjadi seorang pengusaha. Bayangkan betapa nikmatnya ketika kita telah menjadi pengusaha sukses, dan juga bayangkan jika kita tidak bergerak, mungkin selamanya hidup kita akan sulit.

Tonton juga versi youtubenya di : https://www.youtube.com/watch?v=tRvlNzazyjw



Read More

Jadi Sukses dengan Mengubah Kebiasaan


Setelah mengubah pola pikir dan sikap kita, selanjutnya kita harus mengubah kebiasaan kita. Tentu kita harus meminimalisir kebiasaan negatif kita dan mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang yang telah mencapai kesuksesan. Tentunya kebiasaan-kebiasaan positifnya.

Misalkan, orang sukses terbiasa disiplin, terbiasa tepat waktu, terbiasa dermawan, dan lain sebagainya. Maka kita perlu mencontoh kebiasaan-kebiasaan tersebut.

Jika perlu, belajarlah dari orang sukses tersebut. Kita bisa bekerja sama dengan mereka atau setidaknya bekerja dengan mereka hingga kita bisa lihat kebiasaannya dan kita tiru kebiasaan itu untuk mencapai kesuksesan.

Untuk mengubah kebiasaan, awalnya memang tak mudah. Ada hukum kelembaman yang berlaku. Seperti ketika kita menggoes sepeda, saat pertama kali menggoes akan terasa lebih berat dibandingkan setelahnya.

Sama seperti mengubah kebiasaan. Orang yang malas akan sulit berubah menjadi rajin. Dan kesulitan itu dialami di bagian awal ketika ingin berubah. Maka diperlukan tekad yang kuat di awal kita ingin berubah.

Read More

Menjadi Sukses dengan Mengubah Sikap


Di Prancis ada seorang gelandangan yang setiap hari hidup di jalanan dan mengemis. Suatu ketika, di kota tersebut sedang diadakan sebuah festival yang diadakan di sebuah tanah lapang. Di festival tersebut ada sebuah tenda ramalan gratis. Si gelandangan penasaran dengan tenda ramalan tersebut. Ia pun mendatanginya.

Si peramal dalam tenda tersebut memeriksa garis tangan si pengemis. Tak lama kemudian si peramal terbelalak ketika melihat garis tangan si pengemis,

“Tidak mungkin. . .ini tidak mungkin...!!” ucap si peramal seolah tak percaya.

“Ada apa?” tanya si gelandangan.

“Anda seharusnya tidak mungkin jadi gelandangan, Anda seharusnya jadi orang besar. Garis tangan Anda sama dengan garis tangan Napoleon Bonaparte,” jawab si peramal.

Si gelandangan keluar dari tenda ramalan gratis tersebut dengan wajah yang tak percaya. Tapi di sisi lain ia penasaran. Ia pun mencoba masuk ke tenda ramalan gratis yang lainnya.

“Tidak mungkin. . .Anda tidak mungkin jadi gelandangan. Garis tangan Anda sama dengan garis tangan Napoleon..!!!” ucap peramal lainnya yang juga meramalkan hal yang sama.

Si gelandangan kali ini mulai berpikir, “Apa seharusnya aku memang bukan seorang gelandangan?” tanya si gelandangan pada dirinya sendiri.

Selepas dari tenda ramalan itu kemudian ia mulai mencoba untuk mengubah sikapnya. Ia mencukur jenggotnya, merapihkan rambutnya, ia juga berjalan dengan tegak. Ia juga mengubah cara bicaranya yang biasanya memelas untuk dikasihani orang menjadi lebih berwibawa. Ia juga mengubah cara dia berpakaian, kemudian ia mencoba mencari pekerjaan.

Dan tahukah Anda, singkat cerita, gelandangan ini pernah tercatat sebagai orang terkaya ke 4 di Prancis. Apakah karena ramalan 2 peramal tadi yang hebat? Bukan, tentu saja bukan. Tak ada seorang pun yang bisa mengetahui nasib seseorang. Ia bisa menjadi orang sukses karena ia telah mengubah pola pikirnya. Yang tadinya ia meyakini kalau dirinya hanyalah gelandangan, kemudian ia meyakini kalau ia mungkin untuk menjadi sukses. Setelah mengubah pola pikirnya, gelandangan itu mengubah sikapnya yang membuatnya lebih pantas untuk meraih sukses.

Jika kita ingin sukses, bersikaplah seperti orang sukses. Hilangkanlah semua pikiran negatif yang melemahkan kira. Anda juga bisa mengubah cara berjalan, berbicara, dan bersikap seolah-olah kita telah mencapai kesuksesan tersebut. Tapi tentu tetap menjadi orang yang rendah hati.

Read More

Meraih Impian dengan Mengubah Pola PIkir


Ada pepatah yang mengatakan, “Anda adalah apa yang anda pikirkan”. Jika Anda berpikir Anda bisa, maka anda benar. Tapi jika Anda berpikir tidak bisa, maka Anda juga benar. 

Dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, ia berkata bahawa Rasulullah bersabda, Allah berfirman,
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى
“Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku.”  

Hadits tersebut mengajarkan kita untuk berprasangka baik bahwa Yang Maha Kuasa akan mengabulkan doa kita.

Seorang profesor bernama Tony Dickenson melakukan percobaan dengan memberikan kejutan listrik terhadap 6 orang mahasiswa. Mereka dibagi menjadi 2 kelompok, yang akan diberi 2 macam obat, kelompok pertama diberi obat pengurang rasa sakit dan kelompok kedua diberi obat penambah rasa sakit. Dengan level sengatan listrik yang sama, kelompok yang memakan obat penambah rasa sakit ternyata merasakan rasa sakit lebih dari sebelum mereka memakan obat. Sedangkan kelompok yang memakan obat pengurang rasa sakit dapat menahan rasa sakit lebih lama dan merasa bahwa sengatan listrik berkurang.

Tapi tahukah Anda, bahwa ternyata mereka sama sekali tidak diberikan obat pengurang rasa sakit atau pun obat penambah rasa sakit. Kedua obat itu ternyata sama, yaitu hanyalah tepung dan gula yang diberi warna berbeda. Itulah yang disebut efek placebo. Lantas apa yang membuat mereka merasa lebih sakit atau berkurang sakitnya? Pikiran merekalah yang membuat obat placebo tersebut bekerja seperti obat sesungguhnya.

Jadi, kita perlu mengubah pola pikir kita untuk meraih apa yang kita impikan.

Orang sukses selalu optimis, sedangkan orang galau selalu pesimis. Orang sukses selalu optimis akan masa depannya dan setiap keputusannya. Meskipun seringkali ia didera kegagalan. Sementara orang galau selalu pesimis dengan apa yang terjadi dalam hidupnya.
Pikiran kita dapat menuntun kita ke apa yang ingin kita capai. Tapi disadari atau tidak, kita seringkali berpikir tentang apa yang tidak kita inginkan. Contohnya ketika kita mau mulai bisnis, kita berpikir bagaimana kalau gagal, bagaimana kalau ditipu, bagaimana kalau rugi, dan lain sebagainya. Atau ketika kita mendapat kesempatan berbicara di depan banyak orang, tanpa kita sadari kita berpikir bagaimana jika salah ngomong, bagaimana jika omongan kita tidak diperhatikan, dan lain sebagainya.

Mulai sekarang, kita ubah pola pikir kita. Setiap ada tantangan yang ada pikirkanlah bahwa kita dapat mengatasinya. Pikirkanlah apa yang benar-benar ingin kita capai. Walaupun memang kita tidak akan bisa memantau semua pikiran sadar ataupun pikiran tak sadar kita. Karena pikiran tidak pernah berhenti. Tapi setidaknya, ketika pikiran kita melemahkan kita, segera balikkan pikiran itu untuk memikirkan pemikiran yang menguatkan kita. 

Read More

Rabu, 20 Juni 2018

Jika Galau, Lakukan Hal Positif yang Anda Sukai


Jika kita merasa galau ketika mendapatkan suatu masalah. Jangan mengambil sikap emosi atau sikap negatif lainnya. Tapi sebaiknya kita bisa melakukan hal positif yang kita sukai. 

Karena tahukah Anda, banyak sekali karya di dunia ini yang dihasilkan ketika si pembuatnya sedang galau karena masalah yang ia alami. Ada yang menghasilkan Novel, ada yang menghasilkan lukisan, puisi, lagu, dan lain sebagainya.

Jadi, saat Anda galau, lakukanlah hal positif yang Anda sukai dan buatlah karya yang terbaik. Karena pada kondisi galau, kita akan merasa jauh lebih nyaman ketika kita berkarya sesuai dengan bidang yang kita sukai.

Read More

Cara Agar Move On dari Masalah


Sebenarnya apa sih artinya move on?

Move On terdiri dari dua kata, move, dan on. Move artinya pindah dan on artinya nyala (hehehe. . .). Jadi Move On itu bro artinya pindah nyala. Atau dengan kata lain. Pindah dari suatu kondisi yang galau, dan nyalakan semangat untuk berubah ke arah yang lebih baik.

Tapi banyak yang sulit dan memang praktiknya tidak gampang. Kebanyakan dari kita begitu mendapat masalah bawaannya selalu mengingat-ingat masalah itu. Walaupun masalah itu sudah menjadi masa lalu.

Ketika nyetir mobil, tentu ada kaca di depan, dan juga ada spion. Spion itu ibarat gambaran masa lalu kita. Tentu saat nyetir mobil, sesekali kita harus lihat spion. Tapi fokus utama kita adalah melihat ke depan. Melihat spion hanya pada saat-saat tertentu saja. Jika terlalu fokus pada spion, mobil bisa nabrak. Sama seperti hidup ini, masa lalu boleh kita ingat untuk mengevaluasi dan sebagai pembelajaran. Tapi fokus utama kita adalah di masa kini untuk menyambut masa depan yang lebih baik.

Tapi kan susah melupakan masa lalu?
Hadeuhhh. . . . . 

Gini, Misalkan kita nonton lawak di sebuah studio. Yang ngelawak misalakan si Sule.

Begitu Sule mulai ngelawak sampai acara selesai, semua penonton tertawa terbahak-bahak, bahkan ada yang hingga terpingkal-pingkal.

Hari berikutnya Sule ngelawak lagi di depan penonton yang sama pada tempat yang sama. Dan pada hari itu, bahan lawakannya sama percis. Semua penonton masih tertawa walau tidak seheboh di hari pertama.

Besoknya, Sule ngelawak lagi di depan penonton yang sama dan di tempat yang sama. Bahan lawakannya masih sama seperti sebelumnya. Ternyata yang ketawa saat itu sekitar 75% dari penonton.

Besoknya lagi, Sule ngelawak dan masih di depan penonton yang sama dan di tempat yang sama. Bahan lawakannya pun masih sama. Saat itu, yang tertawa tinggal setengahnya dari jumlah penonton yang ada.

Besoknya juga demikian dan yang ketawa tinggal seperempatnya. 

Besoknya lagi, ternyata tidak ada yang tertawa sama sekali.

Nah setelah itu, di hari ke tujuh, Sule ngelawak lagi di depan penonton yang sama, dengan bahan lawakan yang sama. Apa reaksi penonton. Rupanya bukan hanya tidak ada yang tertawa, semua penonton bahkan kesal dan melempar benda-benda ke panggung. Di antara mereka ada yang berteriak-teriak karena kesalnya dan lain sebagainya.

Saya, Anda, dan saya yakin kita semua, ketika kita menonton lawak dengan bahan lawakan yang sama tentu tertawanya akan semakin berkurang dan bahkan akan kesal jika terus menerus. Apa artinya? Artinya kita tidak bisa tertawa pada lelucon yang sama.

Pertanyaannya, jika kita tidak bisa tertawa pada lelucon yang sama. Kenapa kita bisa selalu menangis pada masalah yang sama?

Pada dasarnya ada tiga jenis waktu, masa lalu, masa kini, dan masa depan. Dan yang bisa kita genggam atau bisa kita isi adalah masa kini, ya, hanya masa kini. 

Masa lalu hanya bisa kita kenang, kita ingat, tapi takkan pernah bisa kita ubah. Jadi buat apa terus memikirka masa lalu. Sedangkan masa depan kita takkan pernah tau. Yang bisa kita lakukan hanyalah merencanakan. Dan buat apa juga kita mencemaskan masa depan.

Kita harus fokus pada masa kini, lakukan apa yang menjadi tujuan dan impian kita agar masa depan kita nantinya lebih baik dibandingkan masa lalu kita.

Karena Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka ia merugi. Dan barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka ia celaka. Jadi, buatlah hari ini selalu lebih baik dari hari kemarin. Move on, pindahlah dari suatu kondisi yang kurang begitu baik dan nyalakan semangat untuk meraih kondisi yang terang benderang.

Read More

Rumus Agar Kondisi Tetap Positif Walau Banyak Masalah


Masalah itu ibarat batu yang ada di tengah perjalanan kita. Namun batu itu bisa jadi batu sandungan, atau bisa juga jadi batu loncatan. Tergantung cara kita menyikapinya. Maka jadikanlah masalah sebagai teman kita untuk membuat kita semakin lebih baik lagi. Tapi bukan berarti kita harus cari-cari masalah loh ya 

Bicara soal berpikir positif. Saya punya rumus nih

K = M + R

K =  Kondisi             M = Masalah           R = Respon

Jika Masalah adalah sesuatu yang negatif, maka kondisi bisa negatif, tapi bisa juga positif. Tergantung dari respon kita apakah negatif ataukah positif.

Misalkan masalah nilainya -5, Dan respon kita terhadap masalah itu -5, maka Kondisinya adalah -10. Namun jika masalahnya -5, tapi respon kita +10, maka Kondisi +5.

Artinya setiap manusia boleh jadi mendapatkan masalah yang sama besar. Tapi kondisi yang diterima setiap orang berbeda, tergantung respon setiap orang terhadap masalah itu.

Sebagai contoh misalkan cerita tentang Wanita yang bunuh diri gara-gara potongan rambutnya salah. Mungkin masalahnya hanya -1, tapi respon dia -100. Berarti kondisinya -101. Minus dan akhirnya ia bunuh diri.

Lain halnya dengan cerita tentang seorang pengusaha properti yang punya hutang sangat banyak sekali, namun bisa mengubah hutang itu menjadi kekayaan. Mungkin masalahnya -1000. Tapi respon dia +2000. Maka Kondisinya adalah +1000.

Jadi seberapa besar masalah yang kita dapat, selama respon kita positif dan lebih besar dari masalah itu, maka kondisi yang kita terima akan positif. Namun sebaliknya, walaupun masalah kita kecil, jika respon kita negatif, maka akan menimbulkan kondisi yang negatif.

Read More

3 Manfaat dari Masalah yang Kita Alami


Kita seringkali mengeluh dan berpikir negatif ketika ada masalah. Tapi sebenarnya masalah itu banyak banget manfaatnya. Berikut beberapa manfaat masalah:

MASALAH MEMBUAT KITA LEBIH TAU

Jika pada suatu perjalanan tiba-tiba menyasar ke jalan yang salah, sisi positifnya adalah Anda tau jalan yang baru. Jika Anda menemukan soal yang belum pernah dipelajari saat Anda ujian, maka Anda tau hal yang belum Anda tau sebelumnya. Atau ketika kita belajar naik sepeda, mungkin diawal-awal sering terjatuh. Tapi setiap kali terjatuh kita menjadi lebih tau bagaimana agar tidak terjatuh.

Artinya masalah yang datang sebenarnya membuat kita tau tentang hal yang sebelumnya belum kita tau.

MASALAH MEMBUAT KITA LEBIH KUAT

Seorang penjaga gawang tidak akan teruji apabila tidak ada serangan dari lawan. Semakin banyak serangan lawan, penjaga gawang akan selalu berusaha semakin kuat dalam menjaga gawangnya. 

Ada seorang anak yang melihat kepompong. Ia melihat ada calon kupu-kupu yang berusaha keras untuk keluar dari kepompongnya. Kemudian si anak itu mengambil gunting dan menggunting kepompong itu untuk membantu si kupu-kupu keluar dari kepompongnya. Anak itu senang sekali karena si kupu-kupu bisa keluar dari kepompongnya dengan bantuannya.

Anak itu memelihata kupu-kupu itu. Namun ada sesuatu yang aneh. Setelah beberapa hari kupu-kupu itu belum bisa terbang. Dan di hari-hari berikutnya pun kupu-kupu itu memang tidak bisa terbang.

Rupanya, saat kupu-kupu sedang berusaha keras untuk keluar dari kepongnya dengan sayap-sayapnya, justru itulah yang membuat otot-otot sayap si kupu-kupu semakin kuat dan setelah keluar bisa terbang. Tapi ketika si anak tadi membantunya untuk keluar. Artinya si kupu-kupu itu tidak melatih otot-otot sayapnya. Akibatnya kupu-kupu itu tidak bisa terbang.

Banyak pengusaha yang kaya raya dari hasil usahanya. Banyak di antara meraka berawal dari kehidupan nyang miskin. Mereka berusaha keras, berjuang, walau melewati berkali-kali kegagalan tapi mereka terus berusaha mencapai kesuksesan. Justru saat mereka didera kegagalan demi kegagalan, di saat itulah mereka sedang dikuatkan mentalnya.

Seorang wanita yang bernama Evelyn Adams adalah seorang wanita yang paling beruntung. Karena pada tahun 1985 dan tahun 1986 ia mendapatkan lotere sebesar USD 5,4 juta atau lebih dari 54 milyar rupiah. Namun uang hasil kemenangannya itu habis sama sekali, dan sebagian besar uang itu habis di mesin jackpot, atau judi. Akhirnya wanita itu harus menjadi gelandangan.

Si pengusaha yang telah melewati kegagalan dan Evelyn Adams sama-sama menghasilkan kekayaan. Namun si pengusaha sukses telah melewati berbagai kegagalan dan ia memiliki pondasi yang kuat dalam hidupnya. Lain halnya dengan Evelyn Adams yang tiba-tiba kaya dalam sekejab, ia rupanya tidak siap dan tidak memiliki pondasi yang kuat. Akhirnya ia tergoda untuk judi dan menghabiskan semua uangnya.

Masalah memang membuat kita harus berjuang lebih keras. Tapi justru maslah itulah yang membuat diri kita lebih kuat dari sebelumnya ketika kita bisa melaluinya.

MASALAH MEMBUAT KITA LEBIH DEWASA

Ketika kita telah berasil melewati sebuah masalah. Kita akan semakin dewasa dalam mengarungi hidup ini. Kita akan selalu memperbaiki sikap dan menghadapi masalah lebih dewasa.

Masalah itu ibarat batu yang ada di tengah perjalanan kita. Namun batu itu bisa jadi batu sandungan, atau bisa juga jadi batu loncatan. Tergantung cara kita menyikapinya. Maka jadikanlah masalah sebagai teman kita untuk membuat kita semakin lebih baik lagi. Tapi bukan berarti kita harus cari-cari masalah loh ya 

Read More

Tetaplah Berpikir Positif Walau ada Masalah


Hidup ini unik. Untuk meraih apa yang kita inginkan, seringkali kita diuji dulu dengan sesuatu yang tidak kita inginkan. Misalkan seorang yang ingin sukses dalam bisnisnya, mungkin diuji dulu dengan kebangkrutan, atau kegagalan lain. Seringkali kita berpikir negatif dari suatu hal yang terjadi pada diri kita. Seringkali kita hanya melihat potongan puzzle dalam hidup kita. Tapi kita tidak meyakini bahwa setiap kepingan puzzle itu akan menggambarkan sesuatu yang indah pada hidup kita.

Yakinlah bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita. Walau mungkin saat ini kita sedang didera masalah. Tapi coba pikirkan, jika hidup tak pernah ada masalah, selalu senang, selalu tertawa, selalu happy. Maka rasa senang itu semakin lama akan semakin tidak berharga. Seperti halnya emas. Emas menjadi barang yang berharga karena untuk mencarinya memang sulit. Butuh proses dan tak mudah untuk ditemukan.

Kita seringkali mengeluh dan berpikir negatif ketika ada masalah. Tapi sebenarnya masalah itu banyak banget manfaatnya. 
Read More

Agar Tidak Emosi, Ambil Jeda


Karena pikiran bawah sadar bisa otomatis muncul saat masalah muncul, maka terkadang kita perlu mengambil jeda dari setiap masalah yang kita alami. Jika kita mendapat masalah, dan muncul emosi negatif pada pikiran kita, ambillah napas panjang sejenak. Cobalah untuk berpikir positif, berpikir lebih jernih. Karena sikap yang diambil dengan emosi negatif bisa mengakibatkan penyesalan dan galau semakin besar.

Contoh seperti cerita berikut ini :
Sebuah keluarga dihuni oleh ayah, ibu dan anaknya yang masih kecil. Mereka memelihara anjing di rumahnya.

Suatu ketika ayah dan ibunya si anak itu hendak pergi karena ada suatu acara. Si anak itu sedang tidur dan terpaksa ditinggalkan sendiri.

Sekembalinya dari acara tersebut. Si ayah pulang ke rumah disambut anjing peliharaannya yang terus mengonggong. Si ayah merasa heran, mengapa anjingnya terus mengonggong dan di mulutnya terlihat ada darah.
Kemudian si ayah memikirkan hal yang tak ia inginkan terjadi. Si ayah pun bergegas ke kamar anaknya dengan rasa panik. Dan ternyata ia begitu terkejut dengan apa yang dilihatnya. Anaknya terkapar di ranjangnya dengan berlumuran darah di selimutnya.

Lantas ia begitu emosi. Ia segera mengambil balok kayu dan menghampiri anjing peliharaannya. Ia yang berpikir kalau anjingnya telah menggigit anaknya hingga berlumuran darah segera meluapkan emosinya pada anjingnya itu. Ia memukuli anjingnya sekeras mungkin dengan balok kayu. Berulang kali hingga akhirnya anjingnya mati terkapar.

Kemudian istrinya yang berada di kamar anaknya memanggilnya,
“Mas. . . mas.. .  .cepat kemari!!!” ucap istrinya.

Ia memberitahukan suaminya tentang apa yang dilihatnya. Rupanya di samping ranjang anaknya itu ada ular besar yang telah mati berlumuran darah. Terlihat bekas gigitan di tubuh si ular itu. Kemudian anaknya terbangun dari tidurnya dan ternyata tak mengalami luka apapun.

Akhirnya ayah anak itu baru mengerti kalau darah yang ada di selimut anaknya adalah darah ular yang digigit anjingnya. Ternyata anjingnya telah menyelamatkan anaknya dari bahaya gigitan ular. Ia begitu menyesal sekali telah membunuh anjingnya tanpa melihat terlebih dahulu apa yang sebenarnya terjadi.

Dari cerita di atas kita dapat menyimpulkan bahwa penting untuk mengambil jeda ketika ada suatu masalah terjadi. Untuk memberikan waktu pada logika tentang apa yang sebenarnya terjadi. Untuk meredakan emosi yang mungkin menguasai diri kita yang dapat berakibat buruk.

Jadi ketika ada suatu masalah yang menimpa kita, cobalah untuk mengambil napas panjang dan menghembuskan kembali. Cobalah untuk berpikir positif, tanyakan pada diri dengan kata “apa”, bukan kata “kenapa”. Atau lebih baik juga bisa mengambil wudhu dan sholat.

Read More

Menentukan Sikap dari Masalah


Sikap kita ditentukan oleh pikiran kita. Besar kecilnya masalah bukanlah yang mempengaruhi sukses atau gagalnya kehidupan seseorang. Tapi sikap yang kita ambil dari masalah itu.

Memang tak mudah untuk menentukan sikap yang selalu positif. Karena sikap dibentuk dari pikiran yang muncul. Dan pikiran tidak berhenti. Pikiran bisa otomatis muncul ketika ada masalah yang tiba-tiba muncul di hadapan kita.

Dari masalah yang muncul, jika pikiran kita negatif, maka sikap kita akan negatif. Bisa emosi pada diri sendiri. Orang stress yang selalu bertanya kata tanya “kenapa” dan menyalahkan diri sendiri dan keadaan. Bisa juga emosi terhadap orang lain atau hal apapun yang ada di sekitarnya.

Jika kita merasa galau akan masalah yang kita hadapi, kita dapat mengambil sikap yang positif. Selain dengan cara mengubah galau negatif itu menjadi galau positif seperti yang telah dibahas di bab sebelumnya, yaitu dengan mengganti kata tanya yang kita tanya pada diri kita sendiri dari kata “kenapa” jadi kata “apa”. Ada juga beberapa hal yang bisa kita sikapi agar kegalauan bisa kita ubah. Akan dibahas di artikel selanjutnya.

Read More

Kamis, 14 Juni 2018

3 Level Galau Negatif yang Harus dihindari



Galau negatif memiliki beberapa level yang semakin tinggi levelnya, maka akibatnya pun akan semakin dahsyat.
  • ·         Galau Level Rendah

Galau level rendah pada umumnya hampir setiap orang mengalaminya. Ini tingkatan galau yang paling tidak berbahaya. Akibat dari terjangkit galau ini adalah ragu dalam mengambil keputusan, bingung, kadang melamun, dan lain sebagainya 

  • ·         Galau Level Sedang

Galau level sedang adalah galau yang berakibat pada terganggunya aktivitas lain yang bisa berakibat kurang baik. Misalkan, saking galaunya sampai-sampai lupa makan, nggak bisa tidur, dan lain sebagainya.

  • ·         Galau Level Tinggi

Nah, ini galau yang levelnya tinggi. Galau ini harus benar-benar diatasi. Ini level yang paling kronis. Akibat dari galau dengan level tinggi ini bisa menyebabkan si penderita stress, teriak-teriak sendiri, marah-marah, bahkan yang paling ekstrim sampai bunuh diri dan melakukan pengrusakan.


Ketiga galau negatif tersebut harus dihindari. Bagaimana cara menghindarinya, baca di artikel sebelumnya
Read More